sang awan

tibanya si awan, redup melindungi pandangan.

terbit rekahan manis disebalik lapisan biru putih,

tetap terlihat walau tersembunyi.

Alunan suara merdu menggetar nadi.

Menarik, menggoncang, memeluk hati kecil ini.

Indahnya, perlahan ku berbisik pada Tuhan.

Adakah ini kirimanMu atau hanya secalit dugaan?

Bisikan-bisikan nakal di telinga, hendak aku memilikinya.

Namun ditangan sudah ada emas, ingin dikejar lagi permata.

Jika dikutip satu, jatuh satu berciciran.

Sudahnya, pulang bersama tangan yang kosong.

Tidak mengapalah.

Terselit doa ku pada Dia, agar dijaganya sang awan itu.

No comments:

Post a Comment